Sinupe bagi kita sebuah lambang kesatuan, sebuah moto, sebuah gambaran tentang kita.., Sinupe milik kita dan tidak ada yg akan memilikinya lagi selain kita.. ada makna yang berarti didalamnya.. kita ingin mengekspresikan dalam bentuk karya kami yang mungkin tidak ada nilainya..
kita punya satu tujuan yg sama...,, penyakit, halangan, rintangan, uang hanyalah sebuah perjalanan.. kita... hanya ingin jadi satu..
kita hanya dua sejoli yg mencoba dlm alunan nada.. wujudkan cinta dan cita cita.. semoga kita..
kisah ini bernama Sinupe.. Karya ini bernama Sinupe..
Aku terkunci didalam kamar. Aku mengunci di dalam kamar. Aku tidak tau mana kalimat yang tepat buatku saat ini. Aku memutuskan resign dari sebuah pekerjaan yang tidak punya “hati”, pekerjaan yang lebih melihat segala sesuatu dari mata dan harta. Pekerjaan dengan dalih income yang tak terhingga, pekerjaan di gedung bertingkat warna putih dengan perempuan ber rok mini dan laki – laki berdasi dan sekarang i dont care dengan pekerjaan itu, pekerjaan yang tidak menghargai loyalitas sesorang, pekerjaan yang gelap akan sistem, pekerjaan yang hanya memberikan 500perak untuk diperas otaknya sampai terkencing – kencing.
Tadi aku menulis status di facebook ku dengan kalimat “saatnya tabah dan tawakal, jgn meminta berlebihan, ada saatnya tiba bukan?” kalimat ini kutulis dengan penuh kesadaran. Dan sepertinya aku sudah mulai dewasa, hmm...sepertinya.. sebuah kalimat itu muncul setelah beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah buku yg cukup menyejukan imanku. Buku tersebut menceritan Memoar Spiritual Seorang Muslim Australia karya Ammatullah Armstrong, sebuah deretan kalimat yang menghentak dan membuatku tertegun di saat aku benar merasa semua ini tidak adil.
“Ketauilah kawan, kesedihan manusia berpangkal dari tiga hal :
Menginginkan sesuatu sebelum waktunya; menginginkan lebih dari kadar yang telah ditakdirkan baginya; dan menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain”
Ya....dan itu benar adanya, detik itulah aku mulai berbenah diri, aku memang harus sabar...harus lebih sabar....menunggu sebuah kepastian. Saat ini sama seperti dua bulan yang lalu, aku masih mencari kepastian dalam pekerjaan, aku masih dengan hentakan langkah memcoba dan mencoba. Mungkin banyak kasus sepertiku, mungkin banyak cerita sepertiku..., mungkin... aku, kamu kita..... Semua tidak ada yang pasti kawan, perbanyaklah keyakinan dengan kadar kadar doa yang lebih...dan lebih.. (march2010)
berangkat dari sebuah ketidakpastian keraguan yang dalam berawal dari sesuatu yg tidak pasti seperti hidup ini terbolak dan membalik dan tiba - tiba terdengar suara yg menggelar... terbelak dan terhimpit harus kulepas... atau melepas... kita, aku dan kamu ditodong dgn raut muka dunia memilah yg tdk bs dipilih seperti rongga yg menyempit
lari...larilah... sampai disini
ketika sore tadi kita berjalan disela-sela hujan memandangi sebuah gedung tinggi yang sangat detil dgn hiasan perempuan bermahkota
hei...kita smpai disini mari kita eja sesaat J - A - K - A - R - T A yah... kita sudah sampai kamu sang perantau yg msh sama mencoba mengais mimpi dan kita hidup dlm harapan kita, aku, kamu masih menanti menanti KEAJAIBAN...
5/6 December 2009 sinupe berdia will travel from solo to magelang to continue a process of life's journey that they have lived since the end of 2007. Route # 01: SOLO-KARTASURA-DELANGGU-KLATEN-JOGJAKARTA-SLEMAN-MUNTILAN-MAGELANG. Route # 02: SOLO-KARTASURA-BOYOLALI-CEPOGO-SELO-Ketep-MUNGKID-MAGELANG. Route # 03: SOLO-KARTASURA-BOYOLALI-AMPEL-SALATIGA-GETAS-Kopeng-PAKIS-MAGELANG. Route # 04: SOLO-KARTASURA-BOYOLALI-AMPEL-SALATIGA-Bawen-AMBARAWA-cup-MAGELANG.
all the things we like about life, imagination, act, and the life of god miracle. corpulent teaches life things, about mutual respect for each other, we loved one another. we will not stop until here, we will continue to trot with colour and fun. we like to draw, colouring everything. art and design alongside our steps until the end. cum love,together,hangout,and the futures.